Pembinaan Suporter Harus Tepat Sasaran

Posted on March 16, 2018 in Lain Lain

Kasus kematian keliru satu anggota The Jakmania, Haringga Sirila akibat pengeroyokan berasal dari para Pendukung Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tempo lalu membuat banyak pihak yang berkomentar. Isu pembenahan suporter jadi keliru satu tajuk yang utama.

Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia menyatakan bahwa pembenahan suporter wajib tepat sasaran. Pasalnya sepanjang ini isu berikut tetap belum efisien dalam menangani kasus kekerasan di dunia sepak bola.

“Perlu regulasi yang kongkrit soal pembinaan. Butuh tersedia bukti yang kongkrit layaknya perlu kenyamanan suporter berasal dari tiket dan fasiltas yang tersedia di stadion. Fasilitas ini juga dapat dibilang pembinaan,” kata Ponaryo sementara ditemui prediksi liga indonesia di daerah Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2018).

Ignatius Indro berasal dari Paguyuban Suporter Timnas Indonesia memberi data bahwa tersedia 11 suporter di Indonesia yang meninggal sejak 2017 lalu. Ia juga menyatakan bahwa sepanjang ini suporter di tanah air hanya jadi sapi perah belaka.

Sementara itu Arista Budiyono berasal dari informasi Suporter menyatakan bahwa kampanye di sosial fasilitas jadi keliru satu kunci mutlak untuk mengurangi kekerasan di sepak bola. “Kami mengkampanyekan tagar #PenakSeduluran dan itu sudah tersedia bukti kongkrit antara perdamaian antara suporter Sleman dan Solo.”

Kasus kematian Haringga Sirila berikut juga hanya berakhir hukuman berasal dari Komisi Disiplin kepada Persib. Hukuman larangan setahun bermain tanpa pemirsa serta sanksi tegas kepada Panitia Penyelenggara Pertandingan Persib juga diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *