Category: Wisata

Tebing Breksi, Bekas Tambang Yang Fotogenic di Jogja

Posted on May 31, 2019 in Wisata

Mungkin beberapa teman saya sedang berlibur di Jogja. Anda dapat yakin bahwa sebagian besar wisatawan yang menikmati kota panas ini pasti akan melewatkannya ketika mereka kembali. Apalagi makanannya enak, orang-orangnya ramah. Yogyakarta juga memiliki sejumlah besar pariwisata lengkap. Mulai dari pantai, gunung, budaya, dan lainnya. Salah satu keindahan Yogyakarta hadir di Tebing Breksi. Batu-batu itu mengesankan dan kekaguman saat ini. Terutama di batu karang ini. Teman-teman pribumi dapat melihat keindahan matahari terbenam yang super indah. Diperlukan di area ini? Mari kita lihat setiap sudut Tebing Breksi.

Anda dapat mengatakan bahwa daerah ini sangat menawan. Di mana teman-teman pribumi akan disajikan menghadap batu kapur yang membentuk lanskap alami. Rasanya seperti saya mengambil setiap sudut dengan kamera. Jangan lupa membawa kamera sehingga semua momen yang mengasyikkan dapat ditangkap. Waktu terbaik untuk mengunjungi tebing ini adalah sore hari. Jika setiap hari udara panas di kota Yogyakarta akan terasa sangat menyengat. Tetapi bagi teman-teman pribumi yang ingin menikmati daerah ini, disarankan untuk datang siang hari. Saya sangat diam sehingga bisa untuk foto tanpa harus mengantri.

Siapa yang tahu di mana batu breksi ini berada? Jawabannya adalah dari batuan kapur yang dihasilkan oleh endapan dan letusan yang menghasilkan abu vulkanik dari Gunung Nglanggeran di Gunung Kidul. Dimana gunung itu adalah gunung berapi yang menghasilkan udara hingga 30 meter. Uniknya ketika penelitian ini muncul, batu kapur di daerah ini hampir sama dengan yang ditemukan di kawasan pantai Parangtrit dekat Wonogiri. Dengan batu kualitas terbaik di Desa Semilir, ia memiliki ketebalan antara 300 meter dan 600 meter.

Sebelum itu menjadi kawasan wisata yang agak epik. Batuan Breccia adalah tempat untuk batu kapur. Karena, ditinggalkan dan tidak lagi digunakan, kawasan ini disulap menjadi kawasan wisata. Padahal, pada saat penambangan, daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan. Hanya saja, hanya wisatawan dari Yogyakarta. Pada 30 Mei 2015, Sri Sultan Hamengkubuwono membuka kawasan ini sebagai resor wisata baru di Yogyakarta. dan menjadi salah satu pilar pariwisata di wilayah Sleman di sebelah candi Prambanan.

Siap-Siap, Danau Rawa Pening Akan Jadi Wisata Dunia

Posted on July 17, 2017 in Wisata

Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang kembali menjadi sorotan. Pemicunya antara lain tumbuhnya eceng gondok yang memicu sedimentasi (pendangkalan) danau.
Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) Hilman Nugroho mengatakan, penanganan lingkungan danau seluas 2.670 ha yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru ini cukup kompleks.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di Danau Rawa Pening dipicu oleh perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar danau alam tersebut.

Faktor penyebab lainnya adalah perilaku masyarakat yang tinggal di sejumlah hulu sungai yang bermuara di Danau Rawa Pening.
Dia menyatakan, kementeriannya telah menyelesaikan reboisasi 400 ha lahan di kawasan hulu dan membuat bendungan pengendali sedimentasi.
Ke depan, danau ini akan diupayakan pengelolaannya lebih baik lagi agar memberi kenyamanan kepada wisatawan. Antara lain dengan kegiatan penghijauan dengan tanaman produktif.

Kementerian LHK siap mendukung pengadaan bibit tanaman produktif buah-buahan untuk masyarakat di kawasan hulu.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman berharap ke depan Danau Rawa Pening bisa menjadi destinasi wisata pendukung objek wisata Candi Borobudur.
Menurutnya danau ini nantinya bisa menjadi destinasi wisata dunia.
“Untuk bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia, Danau Rawa Pening harus bisa menyediakan infrastruktur berstandar global. Kemenpar sedang mencari standar pengujian Rawa Pening,” katanya saat menghadiri acara peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi (KBE) di Bukit Cinta Brawijaya, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (5/8/2017).
Untuk menjadikan Rawa Pening sebagai wisata dunia, diperlukan strategi 3A yakni, atraksi, akses dan amenitas.
“Artinya, apa atraksi berkelas dunia yang bisa ditampilkan, bagaimana akses dan kemudahaannya serta fasilitas kelas dunia apa yang tersedia,” kata dia.
Bupati Semarang, Mundjirin mengucapkan rasa terima kasih atas langkah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang menggunakan Danau Rawa Pening sebagai lokasi pembuatan iklan terbaru untuk produk minuman energinya. Langkah ini diharapkan membuat Danau Rawa Pening makin dikenal masyarakat luas.
“Sudah tidak terhitung jumlah anggota DPR dan juga menteri yang meninjau Waduk Rawa Pening. Sekarang Sido Muncul juga hadir untuk menyelamatkan Rawa Pening dan bahkan ingin menjadikannya wisata dunia. Kami sangat berterima kasih,” kata Mundjirin.