Category: Uncategorized

Menjadikan Raheem Sterling Sebagai Panutan

Posted on November 4, 2018 in Uncategorized

Erdapat satu komentar yang menarik menurut instruktur Tim Nasional Inggris, Gareth Southgate, sehabis Inggris meraih kemenangan atas Republik Ceko, Sabtu (23/tiga). Dia memuji pencetak hattrick Inggris, Raheem Sterling, menggunakan menyebutnya menjadi panutan buat para pemain muda.

“Dia (Sterling) adalah panutan bagi para pemain belia. Dia selalu penekanan ketika latihan & persiapan, & saya pikir beliau menikmati semua tanggung jawab yg diberikan kepadanya,” istilah sang pelatih yg berhasil membawa Inggris ke babak semifinal Piala Dunia 2018 lalu.

Performa Sterling memang sedang meningkat demam isu ini. Bersama Manchester City dia telah berhasil mencetak 18 gol & 11 asis. Pemain yg sempat menjadi pemain Inggris termahal ini sebagai andalan bagi klub & tim nasional pada usia yang masih 24 tahun. Tentu nir bisa disangkal bahwa Sterling layak masuk ke jajaran pemain top Inggris waktu ini.

Namun dikatakan 1 id untuk semua games, mungkin akan banyak yg menyangkal ketika dikatakan Sterling menjadi panutan pemain-pemain muda Inggris. Perjalanan karier Sterling yang cemerlang nir lepas berdasarkan kontroversi.

Selepas penampilan tidak baik Inggris di Piala Eropa 2016 & kekalahan memalukan mereka atas Islandia, Sterling pergi ke Inggris & menunjukkan rumah mewah yang baru ia beli buat ibunya. Tidak tanggung-tanggung, beliau menerangkan bongkahan berlian yang berada di galat satu toilet di rumah tersebut. Sepertinya masih banyak pemain muda berbakat asal Inggris lain yang lebih layak untuk dijadikan panutan misalnya Harry Kane, Delle Alli, Jadon Sancho, Jesse Lingard, atau Marcus Rashford.

Tapi itu yang dikatakan Southgate boleh jadi sahih. Dalam artikel The Player`s Tribune yg berjudul “It Was All a Dream”, Sterling menceritakan bagaimana perjuangannya di masa kemudian dan bagaimana kehidupan pribadinya tak jarang disalahartikan media Inggris. Sterling membuka menggunakan cerita lucu anaknya yg justru menyanyikan chants Mo Salah saat beliau pulang selesainya membawa Manchester City kampiun menggunakan torehan 100 poin lebih.

Masa mini Sterling sendiri tidak misalnya masa kecil anak-anak kebanyakan. Ayahnya tewas ketika dia berusia 2 tahun. Beliau pula harus ditinggal ibunya yang pergi ke Inggris buat melanjutkan kuliahnya. Sterling kecil tinggal pada Jamaika bersama neneknya, sebelum beliau ikut pindah Inggris beserta ibunya pada usia 5 tahun.

Pindah ke Inggris nir menciptakan kehidupannya menjadi lebih gampang. Perbedaan budaya sebagai hambatan pertama bagi Sterling. Dan buat memenuhi kebutuhan hidupnya di Inggris, Ibu Raheem Sterling wajib bekerja sambilan membersihkan hotel di sana. Sterling menceritakan bagaimana dia sering kali harus ikut bangun pukul lima pagi buat membantu ibunya membersihkan kamar mandi dan merapikan kamar tidur.

Di tengah kesulitannya mengikuti keadaan menggunakan kehidupan pada Inggris, Sterling harus mulai berhadapan dengan kehidupannya di sekolah. Ia sempat dikeluarkan berdasarkan sekolah dasar. Pihak sekolah berkata bahwa Sterling membutuhkan lingkungan yang dapat memberi perhatian lebih kepadanya.

Sterling kemudian menceritakan bahwa kehidupannya mulai berubah waktu dia bertemu menggunakan seseorang bernama Clive Ellington. Clive merupakan seseorang mentor pada wilayah tempat tinggalnya bagi anak-anak yg telah nir mempunyai ayah. Suatu waktu Clive mendatangi Sterling & bertanya, “Raheem, apa yg sangat kamu sukai buat dilakukan ketika ini?”