Category: Lain Lain

Messi dan Pirlo dalam Diri Frenkie De Jong

Posted on November 4, 2018 in Lain Lain


Jika suatu selagi nanti Frenkie de Jong join bersama kesebelasan besar dan dihargai puluhan juta euro, kalian jangan heran. Gelandang milik Ajax Amsterdam ini mempunyai kemampuan istimewa. Jika boleh mendeskripsikannya secara berlebihan, kita dapat menyaksikan sosok Lionel Messi dan Andrea Pirlo secara bersamaan dikala menyaksikan permainannya.

Frenkie selagi ini tetap berusia 21 tahun. Tapi permainannya udah matang. Wajar gara-gara selama musim 2017/18, di usia 20 tahun, ia bermain memadai reguler bersama tim inti Ajax. Direkrut dari Willem II pada usia 18 th. untuk bermain di Jong Ajax, Frenkie langsung promosi ke skuat senior sehabis dua musim.

Idealnya Frenkie berposisi sebagai gelandang tengah. Tapi ia juga mahir bermain sebagai bek tengah. Secara umum, tempat permainannya sebenarnya di lebih kurang zona pertahanan sendiri dan zona tengah. Walaupun begitu ia mempunyai efek luar biasa bagi Ajax gara-gara perannya sebagai deep-lying playmaker atau ball-playing defender.

Frenkie gemar melalui lawan. Dikatakan bonus member baru, Bola dapat senantiasa lengket di kakinya. Ketika ia melalui lawan, kita seolah menyaksikan Messi versi pemain bertahan. Sama layaknya Messi, pemain kelahiran kota Arkel itu melalui pemain lawan bersama mengubah-ubah kecepatan dribelnya. Selain kecepatan yang berubah-ubah, ia sanggup berhenti, lantas berbelok atau merubah jalur dribelnya secara tiba-tiba. Karenanya selagi menggiring bola, ia memakai langkah-langkah kecil nan cepat, bukan layaknya Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang mengandalkan sprint. Frenkie amat Messi.

Tujuan Frenkie melalui lawan tentu bukan pamer semata. Perannya dalam permainan Ajax adalah sesuaikan ritme permainan sampai memilih titik tempat serangan. Dribelnya ini menjadi pintu awal dalam mengakibatkan kerusakan wujud pertahanan lawan yang rapat. Keberhasilannya dalam menaklukkan pemain lawan bersama dribel dapat membukakan ruang kosong bagi rekan-rekannya. Singkatnya: pencipta ruang.

Mayoritas upaya Frenkie ini berhasil. Pada musim 2017/18, WhoScored mencatat bahwa Frenkie laksanakan 58 kali dribel dari 22 laga Eredivisie. Rata-rata dribelnya 2,5 per laga. Angka selanjutnya menjadikannya sebagai pemain bersama dribel terbanyak ke-12 di divisi paling atas Belanda tersebut. Belum kembali dari 58 kali upaya dribel itu, hanya 4 kali saja ia gagal melalui lawan. Artinya kemungkinan keberhasilannya dalam melalui lawan adalah sebesar 93%.

Catatan selanjutnya tentu luar biasa bagi Frenkie. Selain gara-gara usianya yang tetap muda, ia berposisi jauh dari kotak penalti lawan. Sebagai perbandingan, angka dribel yang ditorehkan Frenkie selanjutnya hampir setara bersama pemain-pemain kreatif macam Mohamed Salah, Raheem Sterling, David Silva, Franck Ribery, Emil Forsberg, Suso, dan lain-lain pada musim ini.

Kemampuan melalui lawannya ini disempurnakan bersama tingkat akurasi operannya yang tinggi. Musim lantas akurasi operannya capai 91,4% per laga. Musim ini udah menyentuh 92,9% per laga. Spesialnya, pemain bernomor punggung 21 ini senantiasa berusaha laksanakan operan progresif (operan yang punya tujuan mendekati gawang lawan).

Melihat model mengopernya ini layaknya menyaksikan “Pirlo Baru”. Jangkauan operannya yang luas serta efek besar hasil operannya sanggup membawa dampak Ajax menguasai jalannya pertandingan sekaligus mempunyai peluang-peluang berbahaya. Musim lantas Ajax menjadi kesebelasan tersubur di Eredivisie bersama 89 gol.

Musuh Utama Man City dan Liverpool

Posted on November 4, 2018 in Lain Lain


Liverpool kembali ke puncak klasemen setelah mengalahkan Tottenham Hotspur (2-1), Minggu (31/3). Kemenangan itu menegaskan bahwa perebutan gelar juara Liga Primer Inggris 2018/19 ini tinggal menyisakan dua kandidat terkuat: Liverpool dan Manchester City. City menguntit di bawah Liverpool dengan selisih dua poin dan tetap mempunyai satu laga tunda (Liverpool 32 pertandingan, City 31 pertandingan).

Jika musim selanjutnya Man City bisa melenggang leluasa sendirian dan menegaskan gelar juara sejak pekan ke-32, musim ini tampaknya persaingan gelar juara bakal ketat sampai pekan terakhir. Dikatakan agen bola penipu, Keduanya udah menyatakan diri selama musim ini bahwa mereka layak juara. Perlu diketahui juga, Liverpool dan City adalah dua kesebelasan teratas didalam urusan gol terbanyak sekaligus kebobolan paling sedikit.

Akan tapi tiap-tiap kesebelasan mempunyai “musuh” yang tidak sama didalam perjalanan akhir menuju gelar juara. Perbedaan persoalan inilah yang tampaknya bakal menjadi kunci Liverpool dan City didalam memilih nasib mereka terhadap akhir musim nanti.

City udah menegaskan diri juara Piala Liga musim ini. Selain Liga Primer Inggris, mereka juga tetap bersaing di Piala FA dan Liga Champions UEFA. Tiga persaingan yang dijalani City terhadap periode April inilah yang bisa menjadi penjegal City didalam menggapai gelar juara Liga Primer Inggris.

Pada April ini, City dinanti delapan pertandingan. Setiap pekan, mereka bakal hadapi dua kesebelasan. Bahkan terhadap periode 14-20 April, didalam tujuh hari, mereka hadapi tiga kesebelasan tidak sama dengan jeda pertandingan hanya dua hari.

Dengan jadwal layaknya ini, manajer mereka, Pep Guardiola, paham wajib bisa merotasi skuatnya didalam tiap tiap pertandingan agar pemain mereka bisa senantiasa bugar dan senantiasa memperoleh hasil maksimal. Jika pemain kelelahan, mereka bakal rentan cedera di mana perihal itu bisa merugikan City di waktu genting layaknya ini.

Terbaru, Sergio Agüero dikabarkan mengalami cedera. Pada laga melawan Fulham, penyerang Timnas Argentina tersebut terpaksa diganti terhadap menit ke-57 sebab jadi kesakitan. Melawan Cardiff City di tengah pekan ini, dia pun diragukan tampil. Fernandinho, Benjamin Mendy, dan Fabian Delph juga tetap belum sembuh dari cedera. Vincent Kompany pun memerlukan istirahat setelah memperoleh nyeri sebelum saat jeda internasional.

“Pertandingan seterusnya Rabu nanti kita bakal mengganti beberapa pemain. Ini penting untuk merawat ritme, tapi Fernandinho tetap jauh dari ritme tersebut. Rabu kita mempunyai laga Liga Primer lain, Sabtu kita berlaga di semifinal [Piala FA], Selasa pertandingan UCL. Kami memerlukan semua pemain.”

Di Balik Mati Langkahnya De Gea

Posted on November 4, 2018 in Lain Lain


Tendangan Granit Xhaka di awal-awal pertandingan Arsenal melawan Manchester United jadi awal dari mimpi jelek Setan Merah di pekan ke-30 Liga Primer Inggris 2018/19, Minggu (10/3). Gol Xhaka jadi pembuka gol Arsenal sebelum akan Pierre-Emerick Aubameyang mengunci kemenangan Meriam London atas United bersama dengan skor 2-0. Pada gol pertama, kiper Manchester United, David De Gea, jadi sorotan dikarenakan terkesan lengah supaya menyebabkan tendangan Xhaka meluncur mulus ke gawang yang dijaganya. Tayangan kembali gol kemudian menyatakan bahwa ada keanehan dari tendangan Xhaka yang menyebabkan De Gea tidak benar jalankan antisipasi supaya nampak tak berkutik. Xhaka menendang memakai kaki kiri dari luar kotak penalti dan bola seolah-olah bakal mengarah ke segi kiri gawang. Menurut promo judi bola De Gea segera bereaksi dan bergerak ke segi kiri gawang untuk menghilangkan bola. Namun sepersekian detik sehabis bola ditendang, secara tiba-tiba arah bola beralih menuju arah sebaliknya. Bola justru berbelok menuju gawang bagian kanan dan menyebabkan De Gea mati langkah.

Tendangan Xhaka ke gawang David De Gea selanjutnya merupakan tendangan yang dikenal bersama dengan sebutan knuckle shoot. Tendangan pengaruh selanjutnya seolah-olah menyebabkan bola berbelok dua kali atau nampak secara tiba-tiba, nampak dari jalan lengkungan awal. Ada banyak pemain yang dapat jalankan tendangan semacam ini. Cristiano Ronaldo, Juninho Penambuchano, Hakan Calhanouglu, dan sebagian pemain lainnya sering melakukannya lewat tendangan bebas mereka. Perubahan arah bola yang tiba-tiba dan sukar untuk dianggap menyebabkan knuckle shoot jadi tendangan yang sangat sukar untuk diantisipasi kiper. Perubahan arah yang berjalan tidak hanya pergantian secara horizontal, tetapi juga pergantian vertikal bersama dengan tiba-tiba bola menukik turun atau melayang di udara. Pemain yang jalankan tendangan ini pun sesungguhnya tidak paham kapan dan bakal ke mana bola tendangannya itu berbelok atau beralih arah. Ketidakpastian laju bola ini semakin menyebabkan tendangan knuckle shoot sangat ditakuti oleh kiper manapun di dunia.

Namun tentu saja tidak mudah untuk melepaskan tendangan knuckle shoot. Pemain profesional pun belum tentu dapat melakukannya tiap-tiap saat. Atau bahkan sebagian tendangan knuckle shoot nampak tanpa disengaja oleh sang penendang. Tingkat ada masalah tendangan ini nampak dari langkah melakukannya di mana bola wajib ditendang tepat di bagian tengah. Sedikit melenceng dari bagian tengah bakal menyebabkan tendangan jadi tendangan biasa atau jadi tendangan pisang yang melengkung menuju satu sisi, tendangan yang juga istimewa tetapi lebih mudah dilakukan. Sepakan tepat di tengah bola ini memiliki tujuan untuk menyebabkan bola meluncur tanpa mengalami putaran/rotasi serupa sekali. Setelah meluncur tanpa putaran, bola bakal menghadapi gesekan udara yang terhadap titik khusus bakal menyebabkan bola jadi berputar/berotasi. Rotasi bola akibat gesekan di udara ini yang kemudian menyebabkan bola beralih arah secara tiba-tiba dan menyebabkan kiper mati langkah.

Lukasz Fabianski Sebagai Rekomendasi

Posted on November 4, 2018 in Lain Lain

Blank gameweek 31 telah tiba! Hanya dapat ada lima laga yang dipertarungkan terhadap pekan ke-31. Apakah kalian telah menyiapkan langkah untuk menghadapi GW31 ini jauh-jauh hari? Jika belum, kalian mampu saja memanfaatkan chip free hit jika masih ada. Berikut adalah lebih dari satu anjuran pemain belakang yang kiranya mempunyai peluang untuk raih poin di pekan ke-31 ini. Sekadar berikan tahu, catatan statistik yang kami memanfaatkan di setiap pemain adalah berdasarkan dari tampilan di empat gameweek terakhir (ditandai dengan*).

Di posisi kiper, kami ulang merekomendasikan Lukasz Fabianski (West Ham, £4.8) meski terhadap GW30 selanjutnya dia gagal berikan poin akibat dua gol yang dicetak oleh Cardiff City. Dalam laga tersebut, memang Fabianski cukup repot bersama melakukan 5 penyelamatan. Namun dia cuma dianugerahi dua poin untuk pertama kalinya di dalam tujuh pekan terakhir yang dilakoninya.

Menghadapi Huddersfield Town di kandang, Fabianski berpeluang raih nirbobol untuk West Ham United karena dia berhasil mencetak dua nirbobol dari empat pertandingan kandang terakhirnya. Selain itu, Huddersfield cuma membuahkan delapan gol selama pertandingan tandangnya di musim 2018/19 ini.

Beralih ke barisan bek, Trent Alexander-Arnold (Liverpool, £5.6) termasuk ulang kami rekomendasikan meski di GW30 dia gagal berikan sumbangsih poin sementara berhadapan bersama Burnley. Liverpool dapat bertandang ke Craven Cottage untuk menghadapi Fulham di pekan ke-31. website judi terpercaya mengatakan, TAA berpotensi raih poin baik dari nirbobol maupun usaha menyerangnya. Alasan pertama, Fulham belum kunjung mampu menang di enam laga terakhirnya (enam kekalahan didapat meski telah berganti manajer baru). Alasan kedua, bek asal Inggris ini mempunyai statistik menyerang mengesankan di empat laga terakhir yang dilakoninya.

Alexander-Arnold tercatat sebagai bek yang paling sering melepaskan umpan silang bersama 26 umpan* dan menciptakan 10 peluang* (terbanyak di antara bek). Tak heran catatannya mencolok karena dia sering kali jadi eksekutor bola mati maupun tendangan pojok. Statistik menyerang yang dimiliki TAA mampu saja jadi poin asis karena lini pertahanan sebelah kiri Fulham telah kecolongan 22 peluang* (terbanyak kedua).

Keluarga Mavuba Memutuskan Untuk Mengungsi

Posted on November 4, 2018 in Lain Lain

Kenakan seragam tim nasional adalah suatu kebanggaan bagi semua pemain sepakbola. Tak terkecuali, siapa saja itu. Beberapa pemain kadang punya dilema dikala kudu menentukan negara mana yang dapat mereka bela. Adnan Januzaj (Belgia, Kosovo, Albania, Turki, Serbia, dan Inggris), Declan Rice (Inggris dan Republik Irlandia), Geoffrey Kondogbia (Republik Afrika Tengah dan Perancis), Thiago Motta (Italia dan Brasil), dan Wilfried Zaha (Pantai Gading dan Inggris) adalah lima contohnya.

Sebenarnya tetap banyak ulang cerita tentang kewarganegaraan ganda seorang pemain. Cerita-cerita itu tak dapat pernah usai, apalagi jikalau sudah memasukkan unsur naturalisasi di dalamnya.

Pemain sesungguhnya bisa menentukan negara gara-gara sebagian hal, bisa gara-gara tempat kelahirannya, keturunannya, sudah lama tinggal di suatu negara, hingga hal-hal yang murni soal olahraga. Namun bagaimana jikalau tersedia pemain yang lahir di laut atau di udara, atau apalagi di luar angkasa?

Untuk dua kasus terakhir sesungguhnya belum pernah terjadi (setidaknya yang ramai diperbincangkan), tetapi pernah tersedia satu kasus populer dikala seorang pesepakbola bingung menentukan warga negara gara-gara dia dilahirkan di laut. Pemain selanjutnya adalah Rio Mavuba.

Rio Antonio Zoba Mavuba adalah gelandang yang pernah membela Girondins de Bordeaux, Villarreal, dan Lille. Dia adalah putra berasal dari pesebakbola Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo) yang pernah bermain di Piala Dunia 1974, Ricky Mavuba Ndokia Ndombe. Ibunya seorang warga negara Angola. Namun kala sang ibu tengah memiliki kandungan Mavuba, perang sipil di Angola pecah.

Keluarga Mavuba memastikan untuk mengungsi, muncul berasal dari Angola manfaatkan sebuah kapal. Di tengah pelayaran inilah Rio Mavuba lahir, yaitu pada 8 Maret 1984. Hal yang lantas jadi unik, gara-gara pada akta kelahiran Rio Mavuba tertulis Born at Sea.

“Memang hanya tertulis `born-at-sea` di pasporku,” kata Mavuba, dikutip berasal dari BBC. “Sejauh yang aku ingat, aku tak pernah membicarakannya. Sejujurnya aku apalagi tak pernah jelas kisah pelayaran [untuk pengungsian] itu.”

Namun walaupun di dalam akte kelahirannya tertulis lahir di laut, itu tak membawa dampak Mavuba pusing tujuh keliling di dalam menentukan kewarganegaraannya. Karena pada September 2004, Perancis sudah mengesahkan Rio Mavuba sebagi warga negara Perancis. Negara ini sesungguhnya sudah menampung keluarganya setelah pengungsian tersebut.

Sayangnya Mavuba lantas jadi yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal kala Mavuba tetap berusia 14 tahun. Dia lantas coba pelarian ke sepakbola untuk menyikapi kesedihan dapat kehilangan orang tuanya tersebut. Enam th. setelahnya, dia sudah bisa jadi pemain reguler di Bordeaux.

Sejak 2004 Mavuba apalagi sudah join dengan Timnas Perancis U21. Dia bermain 20 kali di Perancis U21 dengan mencetak satu gol. Dia jadi kapten kala Perancis menekuni Toulon Tournament 2004 dan Piala Eropa U21 2006.

Pada th. 2004 itu termasuk sesungguhnya Mavuba ditawari untuk membela tanah kelahiran ayahnya, RD Kongo. Undangan selanjutnya disampaikan segera oleh Manajer RD Kongo kala itu, Claude LeRoy.

“Aku besar di Perancis. Aku orang Perancis. Jika Claude LeRoy mengundangku untuk lihat pertandingan [RD] Kongo, aku dapat dengan puas hati datang. Namun aku dapat bermain untuk Perancis berasal dari sekarang,” kata Mavuba kala itu pada situs judi casino.

Tidak perlu kala lama, 2004 termasuk jadi th. yang luar biasa bagi Mavuba gara-gara dia menekuni debut untuk Timnas Perancis Senior pada 18 Agustus 2004. Mavuba bermain dikala Perancis ditahan imbang Bornia-Herzegovina di pertandingan pershabatan yang terjadi di Rennes.

Selain Mavuba, tersedia satu orang populer lainnya yang lahir di laut, tepatnya di Terusan Panama (meski itu bukan persis laut). Senator Amerika Serikat 1987-2018, John McCain, lahir di Coco Solo, Terusan Panama, pada 1936. Namun secara tehnis dia lahir di Amerika gara-gara kala itu Terusan Panama dimiliki oleh Amerika Serikat.