Category: Edukasi

Ubah Metode Belajar Matematika SMA Kamu di Ruangbelajar Yuk

Posted on June 12, 2019 in Edukasi

Banyak yang beranggapan kalau pelajaran Matematika SMA itu sulit sekali. Tidak heran, kalau seringkali nilai Matematika adalah nilai terendah yang di jumpai orang tua di raport anaknya. Padahal menguasai pelajaran Matematika SMA itu tidak lah sulit teman-teman. Kok bisa?

Kesulitan dalam belajar Matematika SMA bukan disebabkan oleh sulitnya materi pelajaran, melainkan karena cara pengajaran yang tidak mudah dimengerti atau tidak sesuai dengan karakter cara belajar si anak. Dengan menggunakan teknik belajar yang tepat, maka pelajaran Matematika SMA akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipelajari. Matematika penting banget pastinya, apalagi kalau kita sering mikir, hitungan Matematika SMA itu bisa ngelatih kita buat memecahkan masalah kehidupan secara sistematis dan juga melatih kesabaran.

Aku sendiri sebagai siswi kelas 3 SMA, awalnya juga tidak menyukai pelajaran matematika. Tapiii setelah aku menemukan solusi untuk memecahkan Matematika SMA, aku mulai menyukai pelajaran yang penuh teka-teki itu. Apalagi Matematika salah satu pelajaran yang akan di ujikan di Ujian Nasional nanti.

Jadi, aku sekarang mulai belajar melalui aplikasi Ruangguru. Buat yang belum tahu, aplikasi Ruangguru ini merupakan aplikasi bimbel online yang berfokus pada bidang pendidikan. Tidak hanya membahas pelajaran di bangku SMA saja, tetapi juga di jenjang SD dan SMP loh.

Salah satu fitur yang membantuku untuk memahami Matematika SMA ini adalah Ruangbelajar yang menyediakan konten secara lengkap sesuai dengan kurikulum. Ruangbelajar ini bisa di jangkau loh oleh semua siswa yang ada di Indonesia. Waktu yang di gunakan setiap menyelesaikan suatu sub topic kurang dari 10 menit kok. Jadi kamu nggak terlalu bosan dalam belajar.

Menariknya adalah di Ruangbelajar ini menggunakan  video animasi dan menggunakan bahasa yang anak muda banget deh. Kebayang kan jenuhnya kita dengan Matematika SMA , eh malah di buat animasi pasti menarik banget kan? Keuntungan lainnya adalah setelah kamu menonton video animasinya, terdapat rangkuman berupa infografis yang bisa di gunakan untuk belajar kembali.

Bayangkan kalau kita belajar Matematika di sekolah, pasti kita harus fokus dan tidak bisa melakukan aktivitas lainnya. Nah kalau kamu belajar melalui aplikasi Ruangguru ini, bisa kapan aja kalau kamu ada waktu dan bisa di akses dimana saja, melalui gadget atau laptop. Enak kan lagi berfikir keras belajar Matematiks SMA, terus di temani dengan cemilan makanan di samping kamu. Jadi lebih enjoy bukan?

Aku belajar di Ruangbelajar sekitar 2 bulan, tetapi aku langsung merasakan manfaatnya. Daripada kamu bimbel di konvensional yang harganya mahal, mending kamu langganan Ruangbelajar yang sangat terjangkau harganya. Lebih cepat mengerti, lebih murah, lebih praktis, lebih santai dan lebih menyenangkan dengan metode belajar yang baru. Belajar Matematika SMA jadi lebih mudah hanya di Ruangbelajar.

Self-Publishing, Cara Mudah Menerbitkan Buku

Posted on February 17, 2017 in Edukasi

Gara-gara laporan Beban Kinerja Dosen (BKD), Saya kadang berharap bisa membuat buku secara rutin. Minimal satu buku per tahun, syukur-syukur per semester. Harapan yang tidak terlalu muluk, walau tidak mudah digapai, setidaknya perlu “strategi mencuri” waktu dan memilih cara penerbitan yang relatif mudah dan cepat.

Target membuat buku tidak bisa dicapai dengan cara mendadak. Rasanya menulis buku tidak bisa dengan gaya: “kebut semalam”, atau dengan cara: “mengasingkan diri berhari-hari”. Tugas lain dan godaan “ngerumpi”, bahkan siaran langsung sepakbola pun bisa menjadi halangan.

Keterbatasan waktu – atau mungkin rasa malas juga – menyebabkan “proyek membuat buku” ini harus dicicil. Perlahan-lahan. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Akhirnya modus seperti ini menjadi pilihannya. Dan media yang digunakannya adalah blog pribadi, baik yang disediakan kampus atau di luar kampus.

Ya, postingan di blog bisa menjadi bahan buku jika sudah terakumulasi dalam beberapa seri tulisan tematik. Maksudnya, beragam kategori postingan bisa kita kumpulkan menjadi sebuah buku. Beberapa buku yang pernah disusun dengan modal “ngeblog” adalah “Electronic Banking”, “Manajemen Dana Bank”, “Banking on The Blog”, dan “New Economy: Ekonomi Era Informasi”.

Buku-buku tersebut lebih banyak diterbitkan di kampus. Hanya satu buku yang diterbitkan di penerbit luar. Menerbitkan buku di institusi sendiri menjadi opsi mudah. Namun tetap saja harus disunting dan membuat disain cover sendiri, atau setidaknya merepotkan teman-teman. Belum pengurusan ISBN-nya. Mengurus sendiri pun perlu waktu. Setidaknya, kita coba variasi cara penerbitan buku.

Akhirnya, sekedar untuk menambah pengalaman, Saya mencoba menerbitkan buku dengan cara: Self-Publishing. Cara ini relatif memberikan kemudahan – minimal bagi Saya –, di antaranya adalah:

Disain Cover dibuatkan oleh Penerbit Indy, setelah kita menyetujui disainnya
Pengurusan ISBN
Penyuntingan naskah oleh penerbit, walau tetap diupayakan dari naskah daro kitanya sudah relatif siap cetak
Bantuan promosi, walau kita bisa bantu juga melalui jejaring sosial atau pertemanan
Proses komunikasi dengan penerbit mudah dan cepat
Bisa memperoleh beberapa eksemplar bukunya
“Tidak ada makan siang gratis”. Demikian pula dengan Self-Publishing. Kita harus mengeluarkan biaya, yang berkisar dari ratusan ribu sampai satu juta rupiah. Tidak mengapa mengeluarkan anggaran sebesar itu per tahun. Toh, bisa disisihkan dari sebagian penghasilan kita, termasuk dari tunjangan sertifikasi dosen. Jika rajin mempromosikannya, siapa tahu nilai royaltinya bisa membuat investasinya bisa “balik modal”.

Bagi saya, soal royalti bukan utama. Kalau toh ada royaltinya, ya patut disyukuri juga 🙂 Saat melihat fisik buku dengan nama kita tercantum jadi penulis pun sudah memberikan kepuasan tersendiri. Bahkan, tak jarang buku tersebut dijadikan hadiah atau kado buat teman-teman.